Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

KMC Express Perlu Dievaluasi

JEPARA - Keberadaan Kapal Motor Cepat (KMC) Express Cantika 89 yang melayani penyeberangan Jepara-Karimunjawa diharapkan bisa meningkatkan pelayanan. Namun, seiring berjalannya waktu, masih bermunculan keluhan mengenai transparansi penjualan tiket. Dengan pertimbangan itu, keberadaan KMC Express perlu dievaluasi untuk meminimalisasi keluhan yang timbul.

Kabid Pengembangan Karimunjawa pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Slamet Riyanto mengakui masih adanya komplain dalam pelayanan KMC Express. Dengan kondisi itu, dia menilai perlu ada beberapa alternatif solusi. Salah satunya, perlu ada tekat dari manajemen KMC Express untuk mengganti kapal yang lebih besar.

‘’Masih ada keluhan sulit dapat tiket dari penumpang yang ingin ke Karimunjawa. Dengan kondisi wisatawan yang makin banyak tentu butuh diganti. Kalau tidak ada upaya ke situ, perlu juga solusi menarik investor baru,’’ucapnya.

Tambahan investor baru dinilai layak, karena kondisi Karimunjawa yang makin ramai. Adanya tambahan investor juga akan berdampak pada persaingan usaha, sehingga bisa saling menunjukkan pelayanan terbaik. ‘’Kepala Disparbud Jepara Mulayaji sudah sering menyampaikan wacana perlunya investor baru,’’ tuturnya.

Adapun Prono Cahyono, Kasi Sarana Prasarana pada Disparbud Jepara mengakui lebih menyoroti mengenai waktu penyeberangan yang sudah menjelang siang. Praktik yang terjadi saat ini berangkat sekitar pukul 11.00.  ‘’Kalau berangkatnya sudah menjelang siang, kemudian wisatawan sampai Karimunjawa sudah menjelang sore, tidak maksimal dalam menikmati suasana pantai,’’terangnya.

Bagi wisatawan yang hanya sehari tentu akan merasa dirugikan. ‘’Kondisi ini sudah sering saya dengar dari para wisatawan. Idealnya, berangkatnya KMC Express bisa lebih pagi, pukul 07.00. Kalau itu bisa dilakukan, wisatawan akan maksimal berkeliling Karimunjawa seharian,’’ sambungnya.

Muh Giyanto, Kasi Pengembangan Potensi Wisata pada Disparbud Jepara, menyoroti penjualan tiket KMC Express. Dia mengatakan ada permainan dalam penjualan tiket. ‘’Ada beberapa orang yang susah payah mencari tiket, tetapi ada orang yang sangat mudah mendapat tiket,’’ katanya.

Dia mengakui pernah mengalami sendiri dan mendengar omongan, ada oknum di pemerintahan yang bisa dengan mudah mendapat tiket. Kasihan orang yang sudah pesen lama, tiba-tiba dapat kabar tidak bisa, tetapi ada yang mendadak minta tiket bisa memperoleh. ‘’Tiket itu juga hargnya melambung saat sudah dijual orang-orang tertentu yang bukan dari manajemen kapal,’’ tuturnya. (H7532)
 
Sumber : suaramerdeka.com 

Tinggal Sisakan KMP Muria

JEPARA  - Warga Jepara ataupun wisatawan pada Juli mendatang tak punya pilihan soal angkutan penyeberangan ke Karimunjawa. Sebab, hanya Kapal Motor Penumpang (KMP) Muria yang akan beroperasi.
Kapal Motor Cepat (KMC) Express Cantika 89 dijadwalkan docking alias perawatan pada 4-10 Juli. Sementara itu KMC Kartini hingga saat ini belum beroperasi karena rusak.

Dengan kondisi itu, kemungkinan akan banyak penumpang yang tak terakomodasi. Sebab, saat KMC Express menjalani perawatan ada akhir pekan yang biasanya banyak wisatawan berlibur ke Karimunjawa. Kondisi KMP Muria memiliki waktu tempuh cukup lama, sekitar enam jam. Adapun KMC bisa lebih cepat dengan kisaran dua hingga tiga jam penyeberangan.
Agus Niwang, tenaga marketing dari KMC Express, kepada wartawan mengemukakan,  perawatan kapal dilakukan rutin setiap Juli. Dengang kondisi itu, lanjutnya, para agen wisata ataupun wisatawan serta masyarakat yang telah pesan tiket pada saat masa perawatan dibatalkan. "Jadwal perawatan adalah peraturan dari pemerintah untuk syarat pelayaran. Karena itu, tidak bisa dibatalkan," ucapnya.

Soal rencana penggantian kapal KMC Express dengan yang lebih besar, Agus menekankan, belum bisa terealisasi dalam waktu dekat. Itu terjadi karena kapal yang dimiliki perusahaan telah dioperasikan. Kapal yang tersedia justru kapasitasnya lebih kecil dari kapal yang beroperasi sekarang.

Tambah Trip
Sementara itu, Kepala Bidang Perhubungan Laut pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Jepara Sutana mengemukakan, KMC Kartini saat ini memang masih perbaikan dan sudah proses percobaan.
Dalam percobaan itu, kecepatan belum bisa maksimal, hanya 16 knot. Kondisi normal, kecepatan bisa 19-20 knot. "Kabar yang kami dapat gear box KMC kartini akan dibongkar untuk mencari masalah mesin. Upaya itu dilakukan agar kondisi kapal bisa kembali normal," tutur Sutana.

Kenyataan itu, lanjut Sutana, butuh solusi agar pelayanan penyeberangan bisa baik. Salah satunya dengan menambah jadwal trip atau pelayaran KMP Muria dengan sistem calik alias pergi pulang. "Belum ada keputusan dari PT Sakti Inti Makmur Palembang sebagai pengelola KMC Express apakah ada kapal pengganti atau tidak," ucapnya.

Semenytara itu, Zulkifli, kepala PT ASDP Indonesia Fery Persero Cabang Jepara, menyampaikan, telah merancang adanya tambahan trip. Dia menjadwalkan mulai Jumat (5/7) mendatang. Terkait dengan hal itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Mulyaji berharap, ada kapal pengganti dari KMC Express saat menjalani perawatan. (H75-57)

Sumber : susaramerdeka.com

Jelang Hari Jadi, Luwur Makam Mantingan Diganti



Jepara-Menjelang hari jadi Jepara ke-464 yang jatuh pada 10 April luwur, kain penutup makam mantingan desa Mantingan kecamatan Tahunan diganti yang baru. Bupati Jepara H Ahmad Marzuqi didampingi Muspida, DPRD dan tokoh masyarakat Selasa (9/4) senja tampak memadati kompleks makam mantingan.

Prosesi diawali dengan tahtiman al-Qur’an dilanjutkan dengan santunan yatama. Kemudian rombongan menuju ke makam yang berada di belakang masjid Atsana. Bupati Jepara sebelum mengganti luwur menyampaikan salam kepada ahli kubur utamanya Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat.

Habib Farid didaulat memimpin tahlil pada kesempatan sore itu dilanjutkan KH Hudun selaku tokoh masyarakat desa setempat yang memimpin doa.

Menurut Kabag Humas Setda, Hadi Priyanto mengatakan penetapan Hari Jadi Jepara merujuk tanggal penobatan Ratu Kalinyamat sebagai penguasa kawasan pesisir Jepara, 10 April 1549. Putri Sultan Trenggana menjadi pemimpin Jepara setelah suaminya, Sultan Hadlirin dibunuh Arya Penangsang. Kemudian naik tahta sang Ratu dan ditetapkan sebagai hari jadi, sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 1988.

“Bersamaan dengan buka luwur malam harinya di halaman masjid Astana—komplek Mantingan diselenggarakan pengajian umum untuk memeriahkan hari jadi Jepara,” papar H Ali Syafii selaku juru kunci makam mantingan. Untuk Rabu (10/4) dilaksanakan upacara hari jadi yang dilaksanakan di alun-alun Jepara. (Syaiful Mustaqim)


Sumber dan Foto : soearamoeria.blogspot.com

Kapal Express Bahari Tiba 14 Maret

JEPARA - Tambahan kapal transportasi pelayaran Jepara-Karimunjawa akan tiba di Jepara pada 14 Maret mendatang. Hal itu disampaikan Stevenkimís, Regional Marketing PT Pelayaran Sakti Inti Makmur, selaku perusahaan pemilik kapal yang berinvestasi untuk pelayaran tersebut, kemarin.

Steven mengemukakan, kapal tersebut jenis perintis untuk menjajaki kebutuhan masyarakat Bumi Kartini. Dalam delapan bulan, jika animo masyarakat baik akan diganti dengan jenis kapal yang lebih baik.
"Ini adalah kapal untuk merintis. Kalau perkembangan bagus, akan diganti dengan yang lebih baik lagi," ujarnya.
Dia mengungkapkan, pelayaran perdana akan berlangsung pada 19 Maret. Sejauh ini, ujar Steven, animo sudah terlihat tinggi.

"Seperti pada 23 Maret, karena menjelang akhir pekan sudah sekitar 75% tiket dipesan. Kami berinvestasi dengan penghitungan matang dan semoga ke depan semakin baik," harapnya.
Dia mengungkapkan, pernah menyurvei warga Jepara yang belum pernah datang ke Karimunjawa atau jarang sekali ke Karimunjawa. Jumlahnya relatif banyak karena faktor transportasi kapal.
"Jadi mereka ini hanya punya libur pada  akhir pekan, tetapi tak selalu ada kapal. Kami melihat itu sebagai peluang. Warga Jepara saja tidak bisa leluasa, karena itu kami optimistis animo masyarakat akan baik," papar Steven.

Lebih Cepat

Dia mengungkapkan, keberadaan Kapal Express Bahari akan menambah alternatif pilihan transportasi yang sudah ada, yakni Kapal Motor Penumpang (KMP) Muria dan Kapal Motor Cepat (KMC) Muria.
Steven menandaskan, pihaknya berinvestasi tetapi tak ingin bersaing, hanya untuk melayani masyarakat. "Pada kenyataannya memang masih kurang, sehingga dengan adanya tambahan kapal ini masyarakat bisa leluasa mengunjungi Karimunjawa. Dalam jadwal pelayaran kami, ada dua hari pergi pulang, yakni pada Senin dan Sabtu," ucap Steven.

Jadwal tersebut mengacu pada kecepatan kapal yang mampu menempuh perjalanan Jepara-Karimunjawa selama 105 menit. Itu lebih cepat dengan waktu perjalanan KMC Kartini dan KMP Muria.
"Kami juga menetapkan tarif terjangkau untuk tiket VIP Rp 80.000, eksekutif Rp 65.000, dan juga menyediakan tiket khusus untuk warga ber-KTP Jepara Karimunjawa sebesar Rp 45.000 tetapi terbatas. Harga itu belum termasuk asuransi dan pas," paparnya. (H75-57)

Express Bahari Ramaikan Karimunjawa

JEPARA - Sarana transportasi pelayaran Jepara-Karimunjawa bakal makin ramai tahun ini. Sebab, jumlah kapal yang melayani pelayaran bertambah seiring dengan mulai beroperasi kapal Express Bahari dari Palembang yang melakukan pelayaran perdana, kemarin.

Selain Express Bahari, kapal yang sudah beroperasi adalah Kapal Motor Penumpang (KMP) Muria dan Kapal Motor Cepat (KMC) Kartini.

Prosesi pelayaran perdana itu ditandai dengan acara sederhana yang dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Jepara Sholih bersama Muspida. Tak hanya itu, mantan Bupati Jepara Hendro Martojo juga turut hadir dalam acara itu.
Pelaksana Tugas Bupati Jepara Sholih mengemukakan, adanya kapal itu untuk menambah pelayanan. "Jadi, pada Sabtu dan Minggu bisa maksimal pelayanannya. Sebab, pariwisata Karimunjawa tumbuh semakin pesat," ujar Sholih.

Keberadaan Kapal Express Bahari akan melayani pelayaran dalam sepekan kecuali Kamis. Pada Senin dan Sabtu, Express Bahari melayani dua kali pelayaran dalam sehari. Itu dilakukan untuk melayani permintaan pelayaran pada hari libur akhir pekan yang biasanya ramai.Kepala Cabang PT Pelayaran Sakti Inti Makmur selaku pemilik kapal Johan BI mengemukakan, pelayaran perdana kemarin sebenarnya hanya satu kali pelayaran. Tapi, karena banyaknya pemesan tiket dibuat dua kali. (H75,H15-57)

Kapal Express Bahari Tiba

JEPARA - Kapal Express Bahari akhirnya tiba dan sandar di Dermaga Pantai Kartini Jepara, kemarin. Kapal baru milik investor PT Pelayaran Sakti Inti Makmur itu akan menambah pilihan armada kapal yang melayani pelayaran Jepara-Karimunjawa.
Hal itu diungkapkan Stevenkimís, regional marketing PT Pelayaran Sakti Inti Makmur. Steven menjelaskan, kedatangan kapal Express Bahari sebenarnya direncanakan pada 14 Maret lalu dengan agenda pelayaran perdana pada 19 Maret. Namun karena gelombang laut Jawa masih tinggi kisaran 2 meter hingga 3,5 meter agenda itu tertunda.
Kedatangan kapal di Jepara dari Palembang baru terwujud kemarin. Adapun untuk pelayaran perdana direncanakan pada 23 Maret mendatang.
Dia mengatakan, perjalanan kapal Express Bahari sempat tertahan di perairan Belitung. ''Tadi (kemarin, red) berangkat dari Belitung pukul 1.30 dan tiba di Dermaga Pantai Kartini pukul 16.00,'' ujarnya.

Dia menambahkan, dalam perjalanan kemarin kondisi gelombang secara umum normal. Meski demikian, katanya, di perairan Tegal sempat ada angin kencang dan gelombang tinggi.
''Kami bersyukur perjalanan tetap lancar dan bisa sampai. Dengan kedatangan ini kami bersiap untuk pelayaran perdana,'' tuturnya.(H75-36)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kartini NEWS - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger